Pria yang sering meletakkan laptop di pangkuannya selama berjam – jam setiap hari, beresiko menjadi mandul dan tidak bisa menjadi seorang ayah. Yefim Sheynkin pimpinan peneliti dari State University of New York di Stony Brook, AS, berencana menyelidiki apakah panas laptop itu akan mempengaruhi kualitas dan kesuburan sperma para pemakai laptop yang biasa memangku mesinnya.
Umumnya, disebutkan bahwa dampak suhu tinggi terhadap kualitas sperma bersifat sementara, sehingga para calon ayah dianjurkan untuk tidak berendam di air panas, mandi sauna, atau memakai celana dalam ketat dan hangat bila mereka sedang merencanakan memiliki anak dengan pasangannya.
Namun Sheynkin mengatakan, penelitiannya menunjukkan penggunaan laptop terus – menerus dengan memangkunya juga akan menjadi faktor resiko terhadap kesuburan seseorang, dan mungkin sifatnya tidak sementara. Penelitian menunjukkan sebuah laptop dapat mengasilkan suhu internal hingga 700 C. di bagian luar yang bersentuhan dengan pengguna, suhu itu sudah jauh lebih rendah. Namun, bila berada terus – menerus di sekitar buah zakar tak dapat dipungkiri akan ada dampaknya.
Meskipun tanpa laptop di atasnya, panas tubuh akibat posisi paha berhimpit akan menaikkan suhu buah zakar hingga 2,10 C. Ditambah keberadaan laptop suhu itu bisa naik lagi 0,70 C.